INDONESIA DARURAT KOMEDI

Sekali lagi, bangsa ini kalah dan mundur langkah. Silakan banggakan slogan "Bangsa Yang Besar", meski nyatanya hanya dipenuhi kumpulan besar para fanatik yang siap menjegal dan membelenggu saudara sendiri. Muslim dan Coki yang kini mundur dari dunia komedi dan Majelis Lucu Indonesia, hanya korban kecil kefanatikan mereka. Boleh jadi yang terdampak ringan. 

Tidak ada yang menang melawan gelombang kegelapan ini. Instrumen hukum gagal melindungi, para politisi mencari aman demi target jumlah suara, bahkan sekelas presiden pun impoten demi memperpanjang periode bertahta. 

Dear, konservatif militan. Silahkan nikmati kemenangan kalian menindas manusia lain. Saya yakin kalian tidak akan berpuas sampai di sini. Musuh-musuh baru akan kalian ciptakan lagi di esok hari. Awalnya hanya menarget kelompok agama di luar agama kalian dengan membatasi kebebasan beribadah mereka, kelompok sosial marjinal yang kalian belenggu hak hidupnya, minoritas syiah dan ahmadi yang kalian porak-porandakan, juga kelompok mazhab dan/atau manhaj lain yang kalian musyrik-musyrikkan dan kafir-kafirkan. 

Kelak ketika semua 'musuh' kalian berhasil dihabisi, kalian akan mulai saling 'bantai' di rumah sendiri. You'll fight against your own kind. Because that's what you do. You 'destroy' everything. Ruh pergerakan kalian adalah pertikaian dan darah. Sejarah telah banyak mencatat 'kebrutalan' para fanatik. 

Selamat datang di 'era kegelapan', my fellow Indonesians. Di mana sel kanker radikalisme makin menjalar dan menyusup di segala lapisan masyarakatnya. Berbungkus romantisme hijrah dan cinta syariah, Indonesia siap melanjutkan suksesi Suriah dalam mencapai kehancuran.


**
Allah itu maha pengasih lagi maha penyayang, tapi kenapa kita umatnya maha mencaci lagi maha membenci ?
Bagi saya, tawa yang dirampas ternyata sama menyakitkannya dengan dirampasnya harta benda.

Selamat, kepada kaum-kaum provokator munafik berkedok agama, yang senang melakukan ujaran kebencian, persekusi, mengobarkan keributan dan kekacauan berkedok bela agama.

Kalian telah berhasil merampas kata toleransi dari bumi pertiwi ini.

Kata-kata umpatan dari kalian yang biasa terdengar di sosmed, "Bodoh, Ya Kadzab, Tolol, Ga pernah ke majelis ilmu, belajar lagi, islam ktp lu bangsat!" 
Atau semacam, "Dari komen lu yang sok bela mereka ketahuan lu orang seperti apa, munafik… gausah bawa-bawa agama goblok! Darah lu halal anjing bangsat! Nih orang mengobarkan peperangan, seluruh umat akan bersatu melawan anda!"

Sesungguhnya perkataan di atas tidak sama sekali mencerminkan ISLAM!
ISLAM adalah agama yang dirahmati dengan dasar kecintaan terhadap Tuhan, Nabi, dan sesama makhluk hidup. Budaya Islam ialah beragama secara santun, menghargai satu sama lain termasuk perbedaan yang ada dalam kehidupan ini.
Yang merusak islam adalah tindakan intoleran, budaya yang mudah menyalahkan dan mencaci-maki, menyebarkan provokasi serta kebencian.

Memang mengingatkan orang yang sudah salah itu boleh. BOLEH.
Tetapi dengan kalian mengumpat.
Kalian sudah bertentangan dengan apa yang kalian sendiri bela.
Maka dari itu, silakan rayakan kemenangan kalian.
Kami, yang percaya toleransi terhadap sesama akan terus ada dan bertambah.
***





**tulisan ini merupakan elaborasi dari komentar saudara youtuber, yang memiliki channel "The Corrs".
Share:

Tidak ada komentar:

Visitor Count