Tips Berguna untuk Mahasiswa Baru!

September, enam tahun lalu, di bulan ini saya resmi menjadi mahasiswa di salah satu PTS ternama di Kota Cirebon. (Di Kota Cirebon loh, ya). Saya menjalani kehidupan perkuliahan dari 2012 hingga empat tahun kemudian, tepatnya di Juni 2016, saya resmi lulus berpredikat 'Dengan Pujian' lalu Agustus 2016 saya diwisuda.

Tentunya, keadaan pada tahun 2012 lalu, berbeda dengan keadaan sekarang (2018). Semuanya serba digital, apa-apa tinggal googling, youtube, dan berbagai cara mudah lainnya. Meskipun pada tahun 2012 zaman juga sudah canggih, harus diakui bahwa tahun 2012 tidak sedigital sekarang. Ponsel android belum begitu menjamur. BlackBerry masih merajai. Internet tidak sengebut sekarang.

Lalu, apa yang tidak berubah? Prinsip hidup kemahasiswaan, yang menurut saya masih belum banyak berubah. Nasihat-nasihat para alumni yang sudah lama pun, masih bisa kita terapkan dengan penyesuaian yang kita anggap perlu.

Nah, di sini, saya akan membagikan beberapa tips kepada pembaca sekalian, yang mungkin statusnya masih menjadi mahasiswa baru. Tips tentang bagaimana caranya menjalani kehidupan di dunia perkuliahan. Simpan saja dulu. Bookmark saja dulu laman situs ini, gratis kok. Siapa tahu, jika suatu saat ingin membaca, kamu bisa langsung ke laman situs ini tanpa perlu pusing mencari.

Berikut tips dari saya tentang menjalani kehidupan di dunia perkuliahan, sebagai mahasiswa baru:

1. IP Penting, tapi jangan didewakan!
Photo by Yogendra Singh on Pexels
Indeks prestasi (IP) memang penting, tapi tak perlu kita dewakan. Pada akhirnya, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) hanyalah sekadar angka yang kalian dapatkan sesuai dengan usaha kalian dalam menjalani kegiatan akademik di kelas. Jagalah IP agar tidak terlalu rendah. Boleh pasang target tinggi sebagai motivasi. Tapi, sekali lagi jangan didewakan. IP dan IPK tidak selalu jadi penentu kalian pintar atau tidak. Keliru juga apabila kita berpikir kalau IPK tinggi maka kita nanti akan sukses setelah lulus. IPK tentu membantu dalam proses kita mencari kerja nanti. Tapi, yang nomor satu adalah skill dan seberapa keras usahamu mengejar kesuksesan.

2. Perluas pergaulan, tambah banyak teman!
Photo by Rawpixel on Pexels




Untuk apa kuliah jika temanmu tidak bertambah? Memang, teman dan sahabat itu cocok-cocokan. Tapi relasi harus diperluas dan dijaga dengan baik. Minimal kita mencoba untuk menjaga hubungan baik dengan semua orang. Memang tidak bisa semuanya. Tetapi, minimal kita akan punya banyak orang yang bersikap netral atau bahkan senang kepada kita. Banyak lho contohnya, ketika sudah lulus nanti. Kita ditawari pekerjaan dan proyek profesional oleh teman yang justru tidak dekat-dekat amat dengan kita. Nah, di situ tujuannya memperluas relasi. Memang dampaknya tidak kita rasakan saat ini juga, namun suatu saat bisa saja semua itu menjadi sangat berguna.

3. Kuliah tidak semata mengejar ilmu, tapi juga memperluas pola pikir
Photo by Pixabay on Pexels


Banyak-banyak baca buku. Terserah genre bukunya apa, utamakan buku-buku yang berisikan karya dan pemikiran seseorang. Membaca karya seseorang dapat berarti menyelam ke alam pikir si pembuat karya tersebut. Lalu perbanyak ngobrol dan diskusi bareng teman. Menurut saya, membaca buku dan berdiskusi juga berkesempatan membuat kita melihat sesuatu hal dari berbagai perspektif. Ada kalanya kita egois akan pendapat dan keyakinan kita. Namun, manusia itu dinamis. Dari situlah kita berkembang dan belajar. Sekarang, mungkin karena baru lulus SMA/K, kita masih merasa sangat hebat dan kuat. Lambat laun, kita sepatutnya sadar bahwa ada pihak-pihak lain yang keberadaannya harus kita hargai.
Lalu dengan pola pikir yang luas, kita akan terhindar dari yang namanya menjadi kaum sumbu pendek. Kaum yang beda sedikit langsung sensitif dan kaum yang kalau berbicara tidak pernah disaring dulu, alias kata-kata yang terucap darinya seakan tak beretika.

4. Latih soft skill kita, jaman sekarang ngandelin ilmu dari perkuliahan dan dosen, ya mana cukup?
Soft skill mutlak kita butuhkan. Banyak lho lulusan perguruan tinggi yang belum punya skill mantap untuk bersaing di dunia kerja. Soft skill adalah segala kemampuan diri dalam mengerjakan sesuatu. Dan ini tidak diberikan di perkuliahan. Soft skill bebas kita tentukan sendiri. Sukanya apa? Menulis? Latihlah kemampuan menulismu, dan coba kirimkan tulisan-tulisanmu ke surat kabar. Siapa tahu dimuat, kamu dianggap kontributor dan kamu dapat uang. Suka ngengambar digital? Buka jasa desain grafis, latihlah kemampuanmu sampai lancar. Jika sudah ok, bolehlah sekali-sekali ikut kompetisi desain atau naikkan harga jasa desain.

Bisa dilihat bahwa memiliki soft skill,tentunya akan meningkatkan tingkat kepercayaan diri kita, apalagi kita yang nanti akan melamar kerja. Punya skill dan kemampuan sendiri, mutlak dibutuhkan. Agar kita banyak bisa dalam segala hal.

5. Jangan kerja dulu di semester awal
Photo by JESHOOTS on Pexels


Kerja sambil kuliah sangatlah baik. Karena selain menguatkan kita, tanggung jawab pun bertambah. Tapi, sebaiknya pikirkan lebih jauh jika kita ingin sambil kerja dalam berkuliah. Apalagi saat awal-awal kuliah.
Masih banyak dunia perkuliahan yang perlu kita kenal. Kita mungkin akan menemui kesulitan saat kita ingin mengikuti organisasi kampus, himpunan mahasiswa (Hima) ataupun unit kegiatan mahasiswa (UKM), karena terbentur jadwal kuliah dan pekerjaan kita yang begitu padat. 

6. Jadilah anak rajin! Jangan malas!
Photo by Burst on Pexels


Ini sih klise, tapi masih banyak yang susah ngelakuin. Intinya, kalau kuliah, ya, jangan malas. Ikutin jadwal dan kebiasaan dosen. Kalau dosenmu tepat waktu, jangan sekali-kali berangkat terlambat, atau kita akan kehilangan satu kali absensi perkuliahan, yang artinya hal tersebut akan mengurangi nilai kita nanti. Kalau dosen nggak masuk, jangan kebanyakan hura-hura. Balik lagi ke poin 4. Lebih baik kita latih dan pelajari skill yang ingin kita miliki. Dan, terakhir..

7. Jangan lupa senang-senang bareng kawan!
Photo by Helena Lopes on Pexels


Mumpung kuliah pun masih belum kenceng-kenceng amat, nih. Boleh lah, di waktu senggang perkuliahan, kita jalan bareng sama teman-teman kita. Mau yang jauh atau dekat gak terlalu jadi masalah, yang penting bareng. Kenali diri satu sama lain. Cari teman dekat kita. Karena, dalam empat tahun perkuliahan, sebagian besar akan kita habiskan bersama teman-teman yang kita pilih. Ingat, empat tahun tidak bisa kita bilang sebentar. Pandai-pandailah bergaul dengan kawan-kawan dekat kita.

Intinya, perkuliahan tidak menjamin kita akan sukses. Tidak menjamin kita jadi pintar. Semua kembali lagi pada diri sendiri. Bagaimana cara kita menjalani empat tahun perkuliahan ini? Yakinlah. Proses tak akan mengkhianati hasil.

Selamat menempuh hidup baru di dunia kampus. Semoga perjuangan teman-teman mahasiswa baru dalam empat tahun berkuliah dapat berbuah manis.*
Share:

Tidak ada komentar:

Visitor Count