MIDNIGHT STORY

Sabtu malam, bahkan telah memasuki hari minggu. Aku masih menuliskan tinta dari pulpen yang kugoyangkan. Kata demi kata kutulis demi mengungkapkan isi perasaanku saat ini. Kubayangkan dia, kutulis namanya , kubayangkan senyum indah di depan mataku, senyum dirinya yang kini telah membuat aku jatuh cinta untuk yang kesekian kali.
Dalam pikiranku aku membayangkan seandainya dia menjadi milikku, aku takkan sendiri lagi, aku takkan kesepian lagi, dan aku pun akan sedikit senang sebagai orang yang menyandang status “Berpacaran”. Aku bayangkan dia pergi bersamaku. Menyusuri indah dan gemerlapnya sang malam. Memeluknya dikala dia dibelenggu oleh dinginnya udara romantis malam, membelai rambutnya yang halus dan wangi. Dan pergi tanpa tujuan, namun memetik indahnya perjalanan tadi. Kubayangkan kembali dia yang akhirnya memberikan kehangatan kepadaku. Kubayangkan dia mengikuti langkahku, membalas pegangan tanganku dengan halus tangannya, memelukku dengan tubuh hangatnya, sampai akhirnya dia menciumku dengan bibir mungilnya.
Tersadar itu hanyalah khayalan malam. Khayalan yang akan selalu aku tunggu kedatangan dan kejadiannya. Khayalan itu hanya akan kubayangkan dengan orang yang ada dalam memoriku saat itu. Dia yang membuat aku jatuh cinta untuk kesekian kalinya. Dan aku berencana mengungkapkan semuanya 2 minggu kedepan. Aku tak memperdulikan jawaban yang diberikan dia olehku, apakah terima atau tolak. Yang penting adalah kesan pada saat aku mengungkapkan itu semua menjadi sebuah momen yang takkan terlupa.
Kemudian sambil aku menulis, aku mendengar syair yang mewakilkan titipan perasaan dan ungkapan rasaku.

“Be my lady be the one
and great things will come to our heart
you’re my lady you’re my one
give me chance to show you love”

Apakah kata-kata itu yang harus aku pakai dalam pengakuanku nanti..? Aku tidak tahu dan seluruh jiwa dan hatiku juga tidak mengetahuinya. Biarlah waktu yang akan menjawabnya. Semampunya akan kubuat dia yang jatuh cinta kepadaku.
Share:

Tidak ada komentar:

Visitor Count