Kill in God's name is lame!

Sekelompok teroris yang menamakan diri Decca Mujahideen mengahancurkan Mumbai kemarin.
101 orang dipastikan terbunuh,300 lebih luka2.warga sipil yang kebanyakan menjadi korban.
Teroris2 itu menyerang tempat2 umum,lebih dititik beratkan pada tempat yang ramai dikunjungi orang2 barat dan Yahudi.

Sudah kesekian kali pembunuhan seperti ini terjadi,dan bukan yang pertama kali pembunuhan ini terjadi karena alasan suku,ras atau agama.
Saya gak habis pikir,bagaimana mungkin orang yang mengaku beragama,beriman..kok tega menyakiti orang lain?
Kok bisa teroris2 itu yakin bahwa Tuhan akan tertawa senang,melihat mereka sudah menghilangkan banyak nyawa?
Bagaimana bisa mereka memekikkan nama Tuhan sebelum mereka melakukan kekerasan?
Pengetahuan agama saya memang baru seujung kuku..
Tapi berdasarkan pengalaman pribadi saya,kalau saya sedang rajin sholat dan dzikir..mau ada orang yang menyakiti perasaan saya pun,saya gak ambil pusing!
Intinya saya merasakan sendiri bahwa ibadah,kalau dijalankan dengan kesungguhan dan dijalankan karena Tuhan semata..ibadah akan memberi ketenangan di dalam hati..bukan mengobarkan rasa marah,dengki atau segala energi negatif lainnya.
Lagipula,bukankah tujuan agama adalah memberi ketenangan kepada hati kita?
Siapa yang memberi hak kepada Teroris2 itu untuk bisa menganggap apa yang dipercaya mereka adalah yang paling benar?
Siapa bilang suku,ras atau agama tertentu lebih superior atau lebih buruk dari lainnya?
Pertanyaan besar bagi Teroris yang melakukan pembunuhan yang mengatasnamakan Tuhan...
Apa benar mereka sudah beribadah dengan baik? Kok kalo hatinya bersih,tega menghabisi nyawa banyak manusia?
Pertanyaan berikutnya..apakah Teroris2 itu 'bebas dosa' dan merasa paling suci,sehingga bisa berbuat seenaknya??
Kita lihat di akhir jaman nanti ya mas2 atau mba2 Teroris..
Kita lihat Tuhan bilang apa tentang apa yang sudah dilakukan anda selama hidup..

Thank's for Lucy Wiryono for article.
Share:

Tidak ada komentar:

Visitor Count